Kimia

Pertanyaan

siapakah yang menemukan adanya proton dalam atom?jelaskan temuannya

1 Jawaban

  • Mata pelajaran : Kimia
    Kelas : X SMA
    Kategori : struktur atom
    Kata kunci : penemu proton
    Jawaban :
    Pada tahun 1886, Eugene Goldstein menemukan partikel bermuatan positif yang berada di dalam atom. Goldstein melakukan percobaan dengan menggunakan sinar anode yang dilewatkan pada lempeng katode. Selanjutnya pada tahun 1906, Ernest Rutherford bersama 2 orang asistennya menguatkan penemuan Goldstein dengan percobaan menggunakan hamburan sinar alfa yang ditembakkan pada lempengan logam emas.

    Penjelasan :
    Keberadaan partikel bermuatan positif yang berada di dalam suatu atom diisyaratkan oleh Eugene Goldstein pada tahun 1886. Pada tahun 1897, Thomson mengemukakan teori atom dan penemuan pemuatan negatif atau elektron di permukaan atom dengan menggunakan percobaan tabung sinar katode.

    Setelah ditemukan partikel bermuatan negatif atau elektron, para ilmuwan semakin yakin bahwa dalam atom pasti ada partikel bermuatan positif untuk menyeimbangkan muatan negatif dari elektron. Jika tidak ada muatan positif di dalam atom, atau partikel penyusun atom hanya elektron saja, maka jumlah massa elektron sangat kecil dibandingkan massa sebuah atom.

    Eugene Goldstein (1886) melakukan eksperimen dari tabung gas yang memiliki lempeng katode yang berlubang, kemudian diberikan aliran atau muatan listrik tertentu. Gas - gas yang berada di belakang lempeng katode akan berpijar. Peristiwa tersebut menunjukkan terjadi radiasi yang berasal dari anode yang masuk melewati lubang pada lempeng katode. Sinar ini disebut sinar anode atau sinar positif.

    Berdasarkan percobaan tersebut, sifat - sifat yang dimiliki oleh sinar anode, antara lain :
    1. Sinar anode merupakan radiasi partikel sehingga dapat memutar baling-baling
    2. Dibelokkan ke kutub negatif jika berada dalam medan listrik atau medan magnet
    3. Radiasinya bermuatan positif karena dibelokkan ke kutub negatif
    4. Partikel sinar anode sangat dipengaruhi oleh gas di dalam tabung katoda.

    Dari hasil percobaan tersebut, membuktikan bahwa pada saat terbentuk elektron yang menuju anode, secara bersamaan terbentuk pula sinar positif yang menuju ke arah berlawanan melewati lubang pada katode. Setelah berbagai gas dicoba dilewatkan dalam tabung ini, ternyaa hanya gas hidrogen yang menghasilkan sinar dengan muatan positif yang paling kecil baik massa maupun muatannya, sehingga partikel ini disebut dengan proton. Massa proton = 1 sma (satuan massa atom) dan muatan proton = +1. [1]

    Keberadaan partikel penyusun atom yang bermuatan positif itu semakin terbukti ketika Ernest Rutherford (1871-1937), pada tahun 1906, bersama dua orang asistennya, yaitu Hans Geiger dan Ernest Marsden, melakukan serangkaian percobaan untuk mengetahui kedudukan partikel-partikel di dalam atom. Percobaan yang mereka lakukan dikenal dengan hamburan sinar alfa terhadap lempeng tipis emas. Sinar alfa ditembakkan ke lempengan emas lalu diamati hasilnya. Daari situ, mereka berhasil menghitung bahwa massa partikel bermuatan positif itu kira-kira 1.837 kali massa elektron. Kini kita menamai partikel itu proton, nama yang baru dipakai mulai tahun 1919.
    Massa 1 elektron = 9,11 × 10–28 gram
    Massa 1 proton = 1.837 × 9,11 × 10–28 gram = 1,673 × 10–24 gram

    Fakta yang diperoleh dari eksperimen tersebut adalah partikel alfa yang ditembakkan pada lempeng logam emas yang tipis, sebagian besar diteruskan (yang melewati ruang kosong), dan ada sebagian kecil yang dibelokan (tertarik ke kutub katode) bahkan ada juga beberapa di antaranya yang dipantulkan. Hal tersebut sangat mengejutkan bagi Rutherford. Partikel alfa yang terpantul tersebut diperkirakan telah menabrak sesuatu yang padat di dalam atom. Kesimpulannya adalah di dalam suatu atom tidak hanya muatan negatif atau elektron dan muatan positif saja.

Pertanyaan Lainnya